Asal Mula Padukuhan Tigaron

Padukuhan Tigaron merupakan salah satu padukuhan di Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta. Padukuhan ini terletak di dataran rendah (0–100 mdpl) dengan komoditas utama kelapa dan padi.

Asal Nama “Tigaron”
Nama Tigaron berasal dari posisinya sebagai dukuh ke-tiga dalam wilayah Kalurahan Kulur. Dalam bahasa Jawa: Catur (urutan) → Tiga + Ron → Tigaron. Nama ini merupakan bagian dari tradisi penamaan padukuhan berdasarkan urutan geografis.

Kalurahan Kulur sendiri dulunya dikenal dengan nama Kulur Kemuyel. Perubahan nama dan administrasi terjadi seiring perkembangan tata pemerintahan di Kabupaten Kulon Progo. Masjid padukuhan yang kini berdiri bermula dari wakaf tanah oleh Haji Akad untuk pembangunan Masjid Simbarejo.

Saat ini, Padukuhan Tigaron dihuni oleh 104 Kepala Keluarga dengan total 288 jiwa. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai wiraswasta, petani, dan karyawan swasta.

Batas & Geografis

ArahBatas
TimurSungai Nagung
SelatanRel Kereta Api
BaratTrukan
UtaraPerbatasan Kebondalem & Bojong
  • Topografi: Dataran rendah (0–100 mdpl)
  • Komoditas: Kelapa (kopra), Padi sawah
  • Wilayah Administratif: 2 RW (RW 05 & RW 06) & 6 RT (RT 15–20)

Padukuhan Tigaron, Kalurahan Kulur

Buka petunjuk arah di Google Maps ↗

Potret Wilayah & Batas Nyata

Batas Selatan: Rel Kereta Api & Persawahan

Batas Selatan (Rel KA & Sawah)

Jalur rel ganda dan persawahan terbuka membentang di batas selatan padukuhan dengan latar perbukitan Menoreh.

Lingkungan Pemukiman Tigaron

Kawasan Pemukiman Asri

Jalan aspal bersih dengan pagar tanaman hijau rapi mencerminkan keteraturan dan kenyamanan warga Tigaron.

Pos Ronda Tigaron

Pos Ronda & Kamling Warga

Struktur kayu tradisional pos ronda di bawah naungan pohon rindang sebagai pusat kamtibmas warga padukuhan.

Seni & Kearifan Lokal

Kesenian yang hidup di Kalurahan Kulur, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat.

Karawitan

Seni gamelan Jawa yang menjadi kegiatan rutin masyarakat di tingkat kelurahan. Melestarikan warisan budaya Jawa dalam irama dan harmoni.

Sholawat & Hadroh

Kegiatan keagamaan dan kesenian yang menggabungkan lantunan sholawat dengan irama rebana, aktif di kalangan warga.

Jathilan

Tarian tradisional khas Jawa yang menampilkan gerakan dinamis dengan properti kuda kepang. Difungsikan sebagai hiburan dalam acara warga.

Tari Tradisional

Beragam tarian adat yang dilestarikan dan ditampilkan dalam perayaan-perayaan di tingkat kelurahan.

Voli

Olahraga yang cukup populer di kalangan warga, dengan komunitas dan pertandingan rutin antar-padukuhan.